Edulactica

Edulactica

• Online

+389 75 457 282

Call or Message

Mengenal Komunikasi Asertif: Cara Menyampaikan Pendapat Tanpa Menyinggung Perasaan

Komunikasi adalah jembatan yang menghubungkan ide-ide di dalam kepala kita dengan dunia luar. Namun, banyak orang merasa kesulitan saat harus menyatakan pendapat yang berbeda atau menolak permintaan rekan kerja. Sebagian orang memilih bersikap pasif karena takut menyinggung perasaan orang lain, namun hal ini justru menumpuk kebencian di dalam hati. Sebagian lainnya memilih bersikap agresif untuk menuntut haknya, yang justru merusak hubungan profesional. Solusi terbaik di antara keduanya adalah komunikasi asertif. Menjadi asertif berarti Anda mampu mengekspresikan diri dengan jujur, langsung, dan tegas, sambil tetap menjaga rasa hormat terhadap hak-hak orang lain.

Salah satu teknik utama dalam komunikasi asertif adalah penggunaan “pesan saya” (I-statements). Alih-alih berkata “Anda tidak pernah mendengarkan instruksi saya,” yang terdengar seperti serangan, Anda bisa berkata “Saya merasa khawatir ketika instruksi tidak dijalankan karena itu akan memengaruhi kualitas hasil akhir proyek kita.” Teknik ini sangat penting dalam lingkungan yang menuntut ketepatan tinggi, seperti dalam dunia teknik. Mahasiswa yang belajar di sekolah tinggi teknologi sering kali bekerja dalam tim proyek yang kompleks. Di sana, komunikasi asertif sangat diperlukan agar setiap anggota tim berani mengemukakan pendapat teknisnya tanpa merasa terintimidasi, demi tercapainya standar kualitas yang diinginkan.

Asertivitas juga menjadi pilar penting bagi mereka yang bekerja di bidang hukum. Dalam ruang sidang atau saat melakukan mediasi, seorang pengacara harus mampu mempertahankan posisinya dengan argumen yang kuat dan suara yang tegas tanpa harus kehilangan kendali emosional atau bertindak kasar. Kemampuan untuk menyeimbangkan ketegasan dan etika ini merupakan keterampilan inti yang diasah selama menempuh pendidikan tinggi hukum. Profesional hukum yang asertif akan lebih dihargai oleh lawan maupun kawan karena mereka menyampaikan kebenaran berdasarkan fakta dengan cara yang bermartabat.

Selain untuk menyatakan pendapat, asertivitas sangat berguna untuk menetapkan batasan diri atau boundaries. Di tempat kerja, sering kali kita mendapatkan beban kerja tambahan yang tidak sesuai dengan kapasitas atau deskripsi pekerjaan. Berkata “tidak” secara asertif bukan berarti malas, melainkan bentuk tanggung jawab terhadap kualitas pekerjaan yang sudah ada. Hal ini sangat krusial dalam dunia kesehatan, di mana kelelahan tenaga medis bisa berakibat fatal pada keselamatan pasien. Lulusan dari pendidikan keperawatan terbaik harus memiliki keberanian asertif untuk berkomunikasi dengan dokter atau manajemen rumah sakit jika merasa ada prosedur yang kurang aman atau beban kerja yang membahayakan konsentrasi mereka dalam merawat pasien.

Membangun kebiasaan berkomunikasi secara asertif memang memerlukan waktu dan keberanian untuk menghadapi ketidaknyamanan awal. Namun, manfaatnya sangat besar. Anda akan merasa lebih percaya diri karena tidak lagi merasa “terjajah” oleh keinginan orang lain, dan di sisi lain, hubungan Anda dengan rekan kerja akan lebih transparan dan sehat. Komunikasi asertif adalah kunci untuk menjadi pribadi yang berintegritas, yang tahu kapan harus bertahan dan tahu bagaimana cara menghargai orang lain secara proporsional.

cerutu4d situs toto kawijitu sangkarbet kawijitu sangkarbet slot gacor sangkarbet cerutu4d cerutu4d rtp slot legianbet slot gacor sangkarbet